Tan See Leng melaporkan pengurangan pasokan gas dari Indonesia berjumlah 17 miliar british thermal unit per day (BBTUD) selama periode 18 hari ke depan. Jumlah itu menurutnya cuma kurang 2% dari total kebutuhan gas harian untuk pembangkit listrik.

"Pengurangan pasokan sebesar 17 BBTUD ini mencakup kurang dari 2% dari kebutuhan gas harian untuk sektor ketenagalistrikan kita. Kita memiliki pasokan pengganti yang memadai dari sumber lain, termasuk LNG," kata Tan See Leng.

Dia meminta rakyat Singapura tidak membesar-besarkan isu pasokan gas yang ditahan Indonesia. Menurutnya, pemerintah punya stok gas cukup untuk memenuhi semua kebutuhan dalam negeri.

"Saya ingin meyakinkan masyarakat Singapura bahwa kita memiliki pasokan gas yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kita," tegas Tan See Leng.