NADIKABAR.COM — Kenaikan harga minyak mentah dunia belakangan tak melulu membawa kemalangan bagi Indonesia. Salah satunya penerimaan negara dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) diproyeksi melonjak 109 persen, menembus target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Lonjakan penerimaan didorong naiknya rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang kini berkisar US$105 per barel hingga US$106 per barel.
ICP sendiri merupakan salah satu asumsi makro yang digunakan dalam menyusun APBN, terutama dalam perhitungan penerimaan negara dari sektor hulu migas serta subsidi.
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti mengungkap dinamika geopolitik yang mengerek harga minyak mentah dunia ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kas negara.