Pada tahap awal, ada 42 remaja pencerita binaan Yayasan Hafidz Indonesia Centre yang mengikuti program tersebut.
Fadli menilai cerita Nusantara punya potensi besar untuk menjadi medium pembelajaran budaya dan sejarah. Ia mencontohkan cerita Panji, pewayangan, kisah keagamaan, legenda daerah, hingga cerita kebangsaan.
"Kalau untuk pemajuan budaya sudah pasti. Karena cerita-cerita kita ini banyak yang menarik, mulai dari cerita Panji, belum lagi cerita-cerita yang diangkat di dalam dunia perwayangan," ujarnya.
"Itu banyak sekali ya, cerita-cerita dari keagamaan cerita-cerita dari berbagai latar belakang, adat istiadat, ya Malin Kundang misalnya, Cindelaras tadi yang disampaikan, kemudian cerita-cerita kebangsaan," lanjutnya.
Tak hanya soal pelestarian budaya, Fadli Zon juga menyoroti manfaat dongeng bagi perkembangan anak. Ia mengaitkan cerita dengan kebutuhan anak untuk mendapatkan asupan pengetahuan dan pembentukan karakter.
"Dan ini juga penting seiring dengan program prioritas presiden untuk memberikan anak-anak Makan Bergizi Gratis yang maksudnya adalah supaya anak-anak Indonesia ini mendapatkan gizi yang dibutuhkan untuk asupan otaknya," tuturnya.