NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo mengungkap penyebab batalnya operasi modifikasi cuaca (OMC) di Solo. Awalnya OMC direncanakan untuk membantu pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo.
"Jadi sesuai dengan rentang dari BMKG, kemudian lanjut kemarin, di tim redaksi tanggal 9 sampai dengan tanggal 13 kemarin itu memang tidak ditemukan titik pertumbuhan awan," terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, Senin (14/9/2026).
Awalnya OMC direncanakan dilakukan pada 9-13 September. Hanya saja, setelah dilakukan pemantauan selama periode tersebut tidak ditemukan titik pertumbuhan awan di kawasan TPA Putri Cempo
Ari menambahkan, sebenarnya tim OMC sempat menyisir wilayah di sebelah timur Kota Solo. Namun, kondisi di sana tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi modifikasi cuaca secara optimal.
"Sehingga memang telah dilaksanakan, tapi tidak menyisir di area Kota Surakarta. Sebelah timur Kota Surakarta kemarin sudah dilaksanakan," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya menyampaikan pelaksanaan OMC tidak diperpanjang.
"Sehingga tadi pagi dari tim menyampaikan kepada kami karena memang tidak dimungkinkan titik pertumbuhan awan, mereka sudah selesai untuk melaksanakan operasi OMC yang ada di tempat kita, iya, selesai," kata dia.
Sementara itu, penanganan kebakaran TPA Putri Cempo kini akan lebih mengandalkan upaya pemadaman melalui jalur darat. Ari menyebut kondisi kebakaran saat ini sudah hampir 100 persen terkendali.
"Jadi memang kita juga melihat di proses pemadaman lewat darat ini juga sudah hampir 100 persen terkendali," ungkapnya.
Menurut Ari, kondisi tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan tim untuk tidak melanjutkan pelaksanaan OMC.
"Artinya mungkin juga menjadi pertimbangan dari teman-teman untuk tidak melakukan OMC," pungkasnya.