Armin menyebut, tim BNPB yang dibantu tim BPBD di Bandara Ahmad Yani akan mengkaji kemungkinan dilaksanakan atau tidaknya OMC. Jika dilaksanakan, tim itu juga yang menentukan di mana, kapan, dan bahan apa yang akan ditabur dalam OMC.

"Tim terdiri dari BNPB dan BPBD sebagai tim pendukung. Untuk pelaksanaannya, orang-orang yang sudah ahli di bidangnya, pilot, tim menyemai bahan," urainya.

Saat ditanya apakah terdapat rencana OMC untuk membantu wilayah yang mengalami kekeringan, menurutnya hal itu kembali bergantung pada keberadaan awan potensial.

"Kembali lagi kepada potensi pertumbuhan awannya," terangnya.

Sementara itu, Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, mengatakan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Jateng saat ini berada di kisaran 50-70 persen.

"Kalau dilihat dari potensi pertumbuhan awannya, kondisinya sedang, 50 sampai 70 persen. Termasuk sebagian kecil wilayah Kabupaten Karanganyar. (Dekat Solo?) Iya.," kata Winda saat dihubungi NadiKabar.

Namun, kata Winda, kondisi tersebut belum otomatis berarti OMC dapat dilakukan. Menurutnya, banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum penyemaian awan dilakukan.

"Keputusan apakah dilakukan OMC atau tidak, dipengaruhi banyak hal. Banyak stakeholder yang juga harus berunding atau menentukan apakah akan dilakukan OMC," jelasnya.