NADIKABAR.COM — Konsumsi bensin sepeda motor yang tiba-tiba meningkat dapat membuat biaya perjalanan sehari-hari semakin besar. Kondisi ini bisa terjadi meskipun jarak tempuh dan rute yang dilalui tidak banyak berubah.
Motor yang terasa lebih boros tidak selalu mengalami kerusakan mesin. Kebiasaan berkendara, kemacetan, tekanan ban yang kurang sesuai, hingga kondisi komponen mesin dapat memengaruhi jumlah bahan bakar yang digunakan.
Pada motor yang rutin digunakan setiap hari, perubahan konsumsi bensin sebaiknya diperhatikan, terutama jika disertai tarikan mesin yang melemah, suara tidak biasa, atau kesulitan saat dinyalakan.
Mengetahui penyebabnya dapat membantu pemilik motor menentukan langkah perawatan yang tepat tanpa harus langsung mengganti komponen yang sebenarnya masih berfungsi dengan baik.
Penyebab motor boros bensin, menurut para ahli di pabrikan kendaraan bermotor
Tekanan angin ban yang terlalu rendah membuat hambatan gulir meningkat sehingga mesin membutuhkan lebih banyak tenaga untuk menggerakkan motor.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi efisiensi bahan bakar sekaligus membuat pengendalian kendaraan kurang optimal. Tekanan ban yang tidak sesuai juga dapat mempercepat keausan ban.
Untuk mengatasinya, periksa tekanan kedua ban secara berkala ketika kondisinya masih dingin. Gunakan tekanan yang direkomendasikan pabrikan sesuai tipe motor dan beban yang dibawa.
Jangan mengisi angin hanya berdasarkan perkiraan atau mengikuti angka maksimum yang tertera pada dinding ban karena angka tersebut tidak selalu menjadi tekanan penggunaan yang dianjurkan.
Filter udara berfungsi menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke mesin. Jika filter terlalu kotor, aliran udara dapat terhambat dan memengaruhi proses pembakaran.
Pada kondisi tertentu, gangguan tersebut dapat membuat performa mesin menurun sehingga pengendara perlu membuka gas lebih besar untuk mendapatkan tenaga yang sama. Akibatnya, konsumsi bensin dapat meningkat.
Motor yang sering melewati jalan berdebu berpotensi membutuhkan pemeriksaan filter udara lebih sering dibandingkan kendaraan yang digunakan di jalan bersih.
Periksa kondisi filter sesuai jadwal servis. Jika sudah kotor, rusak, atau mencapai batas pemakaian, bersihkan atau ganti sesuai petunjuk pabrikan. Sebab, tidak semua jenis filter udara boleh dicuci atau dibersihkan menggunakan udara bertekanan.
3. Busi aus atau sistem pengapian bermasalah
Busi berfungsi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi aus atau mengalami gangguan, pembakaran dapat berlangsung kurang optimal.
Kondisi ini bisa membuat mesin sulit dihidupkan, tersendat saat berakselerasi, atau kehilangan tenaga. Dalam keadaan tertentu, pembakaran yang tidak sempurna juga dapat meningkatkan konsumsi bensin.
Jika motor terasa semakin berat dan penggunaan bahan bakar meningkat, periksa kondisi busi serta sistem pengapian.
Penggantian busi perlu mengikuti jadwal perawatan dan spesifikasi kendaraan. Apabila busi masih baik, mekanik dapat memeriksa kemungkinan gangguan pada komponen pengapian lainnya.
Oli mesin berfungsi melumasi komponen yang bergerak, membantu mengurangi gesekan, serta mendukung kinerja mesin.
Oli yang sudah melewati masa pemakaian atau volumenya tidak sesuai dapat memengaruhi pelumasan dan meningkatkan risiko keausan komponen. Kondisi mesin yang tidak bekerja optimal juga dapat berdampak pada efisiensi bahan bakar.
Karena itu, pemilik motor perlu memeriksa volume dan kondisi oli sesuai petunjuk pada buku manual. Penggantian sebaiknya dilakukan berdasarkan jadwal servis yang ditetapkan pabrikan.
Gunakan jenis dan tingkat kekentalan oli yang sesuai dengan rekomendasi kendaraan. Mengganti oli terlalu sering tanpa kebutuhan tidak otomatis membuat motor lebih irit, sedangkan menunda penggantian hingga melewati jadwal dapat merugikan kondisi mesin.