Alasan pelaku mencekik korban yakni karena terjadi adu mulut sebelumnya. Namun, Bodia tidak merinci persoalan apa yang membuat mereka cekcok.
"Dari interogasi awal, terduga itu mengakui bahwa telah terjadi cekcok tim redaksi terduga dengan orang hilang," kata Bodia.
Bodia menuturkan tubuh korban dibuang di jurang Tol Jangli, Kota Semarang. Pelaku menunjukkan lokasi pembuangan korban setelah ditangkap.
"Dari situ kita laksanakan interogasi lebih lanjut. Yang bersangkutan, terduga pelaku ini menunjukkan lokasi di mana tubuh korban terakhir diletakkan yaitu di lereng Tol Jangli," jelas Bodia.
Bodia menjelaskan pelaku menunjukkan tempat pembuangan jasad Mozza pada Kamis (3/9) malam. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, pengambilan kerangka korban beserta barang bukti lain dilakukan Jumat (4/9).
"Dari situ kita malam itu karena visibilitas lokasi itu minim sekali dan kecuramannya yang lumayan, eh kita laksanakan tadi siang. Tadi siang kita laksanakan, setelah itu kita dibantu dengan Inafis Tabes, Polrestabes Semarang serta tim SAR karena posisi lereng curam, kita laksanakan evakuasi," ujar Bodia.
Bodia membeberkan kerangka korban ditemukan dalam keadaan utuh. Baju dan jepit rambut korban juga turut ditemukan.
"Evakuasi itu kita mendapati satu kerangka utuh, masih utuh dari kepala sampai kaki dengan beberapa eh kain yang membalut badan. Mungkin bisa dibilang baju maupun ada jepit rambut ya," terang Bodia.