"MTQ Nasional ini jauh dari kepentingan apa pun, termasuk dari sekadar juara. Saya meyakini bahwa seluruh peserta adalah juara karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur'an," katanya.

Ia mengatakan kehadiran para kepala daerah dan kafilah dari seluruh Indonesia juga akan berdampak pada perputaran ekonomi di Kota Semarang dan Jawa Tengah. Terlebih, masing-masing daerah juga membawa produk-produk UMKM untuk dipamerkan hingga 20 September 2026.

"MTQ Nasional ini implikasinya tidak hanya kepada UMKM di Jawa Tengah tapi seluruh provinsi, karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Diperkirakan hampir Rp1,2 triliun perputaran ekonomi pada MTQ Nasional di tempat kita ini," jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, turut mengapresiasi kemeriahan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Gelaran ini menurutnya menjadi ruang untuk membentuk sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak mulia.

"Ini juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya tetapi paling utama saking mengenal dan bersatu," katanya.