Para ulama kemudian membahas berbagai kemungkinan hikmah dari peristiwa tersebut. Salah satunya berkaitan dengan tasbih makhluk hidup.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

Artinya: "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada-Nya. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka." (QS Al-Isra: 44)

Sebagian ulama mengaitkan peristiwa pelepah kurma tersebut dengan tasbih makhluk Allah SWT. Namun, hadits itu sendiri secara jelas hanya menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berharap azab kedua penghuni kubur tersebut diringankan selama pelepah itu belum kering.