Dia pun mengingatkan misi pendaratan pertama manusia ke bulan yang dilakukan oleh NASA lewat Apollo pada dekade 1960-1970an silam.

"Kami telah memiliki dasar yang terbukti dalam SLS [Space Launch System] dan Orion, dengan dua wahana pendarat bulan yang sedang dikembangkan bersama Blue Origin dan SpaceX. Tetapi NASA tidak berniat untuk berdiam diri sementara semua bagian disatukan," kata dia, "Bukan seperti itu cara Apollo berhasil, dan bukan seperti itu cara mencapai hal yang hampir mustahil."

"NASA bersemangat, kemampuan inti kami sedang dibangun kembali, bengkel mesin kami beroperasi 24/7 (24 jam sehari dan 7 hari sepekan), dan para ahli kami berada di lapangan untuk menangani jalur kritis. Kami sedang membangun tim kaliber Super Bowl untuk mencapai tujuan ini dengan aman dan semua yang akan datang selanjutnya," tutur Isaacman.

Blue Origin dan SpaceX harus  melakukan misi demonstrasi tanpa awak dengan wahana pendaratan berawak mereka sebelum misi berawak Artemis ke Bulan dalam waktu dekat. Kemudian, NASA akan mensertifikasi sistem wahana pendaratan sebelum misi berawak untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan misi.

Dan, sebelum astronaut mendarat di bulan, dia mengatakan perlengkapan pendahulu telah didaratkan lebih dulu di sana. Sehingga, ketika astronaut AS kembali melangkahkan jejak di Bulan pada 2028, " maka kendaraan penjelajah dan elemen pertama kehadiran permanen umat manusia di Bulan telah menunggu mereka."