Istilah "poros" yang digunakan Netanyahu merujuk pada kelompok-kelompok yang didukung Iran di kawasan Timur Tengah.
Pasukan Israel telah ditempatkan di wilayah selatan Suriah dalam sebuah "zona keamanan" sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024. Pasukan tersebut menguasai wilayah yang sebelumnya merupakan zona penyangga yang dipatroli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Zona tersebut memisahkan pasukan Israel dan Suriah di wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel sejak 1974.
"Kami tidak akan membiarkan tentara teroris mana pun membangun dirinya di perbatasan kami," kata Netanyahu.
Kunjungan Netanyahu ke wilayah tersebut bukan yang pertama. Dia sebelumnya telah mengunjungi pasukan Israel di Suriah setidaknya dua kali, yakni pada Desember 2024, tak lama setelah Israel mengambil alih zona penyangga, dan pada November 2025.
Katz juga mengunjungi pasukan Israel di selatan Suriah sekitar dua pekan lalu. Kunjungan tersebut menuai kecaman dari Damaskus yang menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.
Suriah sebelumnya merupakan sekutu kuat Iran ketika negara tersebut dipimpin Hafez al-Assad dan putranya, Bashar al-Assad. Suriah juga menjadi tempat bagi kelompok paramiliter yang didukung Iran.