"Aparat kemudian mengambil langkah cepat dengan melakukan penyekatan. Selanjutnya melakukan pengamanan guna mencegah massa dari kedua pihak kembali bertemu," jelasnya.

Sementara Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Revindo Pradikta Rulando mengatakan sebanyak 92 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk menyekat perbatasan dua desa. Situasi juga kini telah kembali kondusif.

"Situasi sudah kondusif, masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan dan menyerahkan penanganan kepada aparat," imbuhnya.

Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto mengungkapkan bentrokan warga dua desa itu mengakibatkan 27 rumah terbakar. Selain itu, empat warga dilaporkan terkena tembakan senapan angin.

"Dalam bentrok itu, sebanyak 27 rumah warga dan satu motor terbakar. Peristiwa tersebut juga menyebabkan 4 warga dari salah satu desa mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin," ungkap Irjen Dadang.