Puasa Daud termasuk puasa sunnah. Menurut kitab Al-Fiqh 'Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah tulisan Syaikh Abdurrahman Al Juzairi terjemahan Arif Munandar, niat puasa sunnah dapat dibaca sejak terbenamnya matahari hingga fajar menyingsing.
Dengan begitu, niat puasa Daud dapat dibaca pada pagi atau siang hari sepanjang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum. Dalam buku Maqaashidul Mukallafin: An Niyyat fil Ibadaat karya Umar Sulaiman Al-Asyqar terjemahan Faisal Saleh, puasa sunnah tetap sah jika niat dibaca siang hari dan ini jadi pendapat jumhur ulama, termasuk Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, Hudzaifah bin Yaman, Ibnu Abbas, Abu Hanifah, Ahmad dan Syafi'i.
Kebolehan membaca niat puasa sunnah di pagi atau siang hari selama mereka belum makan, minum atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Meski demikian, niat puasa lebih ideal dibaca sebelum fajar atau lebih awal saat malam hari agar tidak tergesa-gesa.
Disebutkan dalam buku Hebatnya Puasa Daud karya Hendra Zainuddin, berikut beberapa keutamaan mengamalkan puasa Daud.