NADIKABAR.COM — Berbeda dengan pernikahan modern yang sederhana, orang Jawa memiliki sederet tradisi pernikahan penuh makna. Salah satunya adalah nyantri yang kini sudah tak begitu sering dijumpai.
Tentunya, nyantri bukanlah tradisi dalam artian belajar di pondok pesantren secara umum. Alih-alih, sebuah rangkaian prosesi adat yang sarat makna spiritual dan sosial menjelang pernikahan berlangsung.
Tradisi ini eksis di berbagai wilayah dan menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian pernikahan adat Jawa. Sayangnya, seiring masuknya budaya modern dan pergeseran gaya hidup masyarakat, tradisi ini mulai terlupakan.
Lantas, apa itu nyantri? Simak serba-serbinya dalam paparan berikut ini, yuk!
Dirujuk dari penelitian bertajuk 'Makna dan Fungsi Tradisi Nyantri dalam Pernikahan Adat Jawa di Wilayah Blora' oleh Faris Rahmadhiyaa Wijaya dkk, nyantri berasal dari istilah Jawa nyatri yang memiliki arti menginap atau tinggal sementara.
Dalam pelaksanaannya, nyantri merupakan tradisi yang dilakukan menjelang pernikahan. Calon pengantin tinggal sementara di lingkungan keluarga calon pasangan sebelum upacara pernikahan berlangsung.
Tradisi ini menjadi bagian dari persiapan calon pengantin untuk memasuki kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.
Dalam praktik di masyarakat, pelaksanaan nyantri dapat berbeda-beda. Ada yang melibatkan calon pengantin pria, sedangkan dalam tradisi lainnya, calon pengantin wanita tinggal di rumah keluarga calon suami.
Karena itu, nyantri tidak selalu memiliki bentuk yang sama di setiap daerah. Pelaksanaannya dapat mengikuti adat dan kesepakatan keluarga masing-masing.