Tasywir menambahkan, oarfish hidup di laut dengan kedalaman tertentu. Ia mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengantongi jumlah oarfish yang ada khususnya di perairan Lombok Timur.
"Karena ukuran dewasa dia bisa sampai 11 meter. Habitat atau tempat hidup ikan ini kan di laut dalam, kita juga belum ada data riilnya," imbuhnya.
Sementara, Akademisi Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Universitas Gunung Rinjani (UGR), Muslihuddin, menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan munculnya ikan oarfish, salah satunya perubahan iklim. Ia menyebut, munculnya "ikan kiamat" tersebut tidak berkaitan dengan tanda-tanda bencana alam.
"Kalau dikaitkan dengan perubahan iklim dan fenomena el Nino mungkin bisa masuk akal. Tetapi ini opini saya saja karena diperlukan riset yang mendalam untuk pembuktianya. Kalau dikaitkan dengan bencana faktornya tidak terlalu signifikan," jelas Muslih.