Di tingkat domestik sendiri, inflasi Indonesia dinyatakan masih terjaga dengan baik dalam rentang sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5 persen. Walaupun begitu, risiko dari sisi penawaran selagi adanya gejolak harga pangan akibat dampak cuaca El-Nino, disebut tetap memerlukan pengawasan ketat karena berpotensi mempengaruhi biaya hidup masyarakat dan keyakinan pelaku usaha.

Untuk menjaga kelanjutan ekspansi ekonomi, dia menganggap prioritas kebijakan harus fokus pada pemenuhan ketersediaan pangan, penyediaan akses pembiayaan yang memadai bagi sektor produktif, serta percepatan eksekusi rencana investasi menjadi kapasitas produksi operasional riil.

Dengan demikian, maka terdapat peluang yang sangat luas di pasar konsumen Indonesia, meliputi sektor ritel, layanan kesehatan, hingga layanan digital. Tingginya minat investor pada sektor manufaktur dan aktivitas hilirisasi industri dinilai mendorong lonjakan permintaan terhadap fasilitas industri, jaringan logistik, perdagangan dan pembayaran digital, hingga pasokan listrik yang handal, termasuk energi terbarukan.

“Kami memandang semua ini sebagai bidang peluang yang saling melengkapi, (dan) membantu para investor menangkap pertumbuhan Indonesia, sekaligus berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan partisipasi yang lebih mendalam dalam rantai pasok ASEAN,” kata Chief Economist & Head OCBC Group Research.