Informasi terbaru tersebut kemudian diteruskan kepada pimpinan BKSDA di Pangkalan Bun. Sekitar pukul 19.00 WIB pada Kamis malam, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II bersama tim Orangutan Foundation International (OFI) bergerak dari Pangkalan Bun menuju Sampit.

"Tim tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB pada Jumat dini hari. Proses evakuasi dilakukan hingga Gadis dan Garis berhasil diamankan dari kawasan yang terdampak karhutla.

Namun, proses penyelamatan mengungkap kondisi Gadis yang memprihatinkan. Petugas menemukan tali melilit pergelangan tangan kiri dan kanannya.

"Tali tersebut kemudian dipotong, tetapi bekas lilitannya meninggalkan luka cukup parah," katanya.

Petugas menduga tali tersebut merupakan jerat yang biasa digunakan untuk menangkap babi. Luka pada kedua pergelangan tangan Gadis selanjutnya mendapat penanganan medis dari dokter tim penyelamat.

"Kondisi tersebut menambah keprihatinan terhadap ancaman yang dihadapi satwa liar di tengah kebakaran hutan dan lahan. Saat habitat di sekitarnya terbakar, Gadis harus bertahan bersama anaknya dalam kondisi terluka," ujarnya.