RullyΒ menyebut berdasarkan informasi dari manajemen perusahaan, pabrik sepatu milik pengusaha asal Korea Selatan tersebut direncanakan kembali beroperasi di daerah lain.
Sementara itu, proses PHK terhadap karyawan di Lebak telah berlangsung secara bertahap sejak akhir 2025 hingga Oktober 2026.
Pemerintah Kabupaten Lebak menyebut perusahaan sebelumnya telah merumahkan sekitar 900 karyawan sebelum penutupan pabrik. Pemerintah daerah kini berupaya menarik kembali investasi ke Lebak agar dapat membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang.
Rully mengapresiasi perusahaan yang telah menyelesaikan hak-hak karyawan terdampak PHK.