Warga lainnya, Yusran dari Cempaka Putih, juga mengeluhkan mata yang terasa perih dan pernapasan sedikit berat. Sementara itu, warga yang berkendara sepeda motor mengaku merasakan mata lebih perih ketika berada di jalan.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta mempercepat berakhirnya kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau CFD Sudirman-Thamrin. Kebijakan tersebut diambil setelah sebaran abu vulkanik mencapai wilayah Jakarta.
Pengawas HBKB Sudirman-Thamrin Erwansyah mengatakan CFD yang biasanya berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dihentikan lebih cepat sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas kemudian mengimbau warga untuk meninggalkan jalur HBKB.
"Ya, sesuai dengan Pergub 12, di dalam pasalnya itu ada force majeure kalau terjadi sesuatu itu bisa dievaluasi. Baik itu distop maupun ditiadakan," ungkapnya.
CFD di kawasan Rasuna Said juga dihentikan. Petugas Dishub dan kepolisian melakukan penyisiran serta membagikan masker kepada warga yang masih beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi meminta masyarakat mengurangi paparan abu vulkanik. Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih tim redaksi lain anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.