"Terutama terkait penggunaan api untuk kehidupan sehari-hari di rumah, misalnya untuk memasak atau memberikan penerangan dengan menyalakan lilin," imbuhnya.

Ketika anak mencapai kelas 3 SD, pemberian materi bisa diperluas. Mereka mulai belajar tentang cara memelihara lingkungan, hutan, sungai, laut, danau, dan lainnya.

"Pengetahuan terkait dampak pencemaran sungai, laut, ataupun kerusakan hutan, termasuk kebakaran hutan, dapat diberikan kepada anak usia kelas 3 SD. Sebab, pada kelas 3 SD, mata pelajaran sains juga mencakup tema pengenalan alam, bencana alam, pengenalan bahaya dan kesiapsiagaan sederhana," kata Tuti lagi.

Pendidikan kebencanaan juga perlu didukung oleh orang tua. Di rumah, anak perlu dikenalkan terkait manfaat dan bahaya api saat menggunakan alat rumah tangga.

Setelah dikenalkan, sekolah bisa melengkapinya dengan simulasi menghadapi bencana kebakaran. Dengan begitu, siswa diharapkan tidak panik dan mampu mengutamakan keselamatan diri jika bencana terjadi.

"Pengenalan tersebut bukan untuk menakut-nakuti anak, melainkan membangun kewaspadaan sejak dini terhadap risiko bencana dan pentingnya menjaga diri serta lingkungan," tegas Tuti.