NADIKABAR.COM — Penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia kembali menjadi sorotan keamanan nasional. Pakar keamanan siber sekaligus Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja K., menilai peristiwa tersebut menjadi alarm mengenai kerentanan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia.

Ardi mengingatkan, insiden penyadapan terhadap kepala negara bukan kali pertama terjadi. Peristiwa serupa pernah mencuat pada 2013 ketika Susilo Bambang Yudhoyono masih menjabat sebagai Presiden RI.

Menurutnya, terulangnya insiden tersebut dalam rentang lebih dari satu dekade menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan digital nasional.

"Ketika kepala negara-simbol tertinggi kedaulatan dan barometer utama keamanan nasional-kembali menjadi korban infiltrasi, sebuah sinyal bahaya yang nyaring sedang berbunyi," ujar Ardi dalam keterangan tertulis yang dikutip NadiKabar, Kamis (5/11/2026).