"Apakah hujan pertama berbahaya? Tidak. Hujan pertama setelah kemarau panjang tidak otomatis berbahaya," demikian dikutip dari siaran pers itu.

"Namun, selama kemarau, debu, partikulat, dan polutan dari pembakaran, termasuk asap kebakaran hutan dan lahan, dapat terakumulasi di atmosfer. Ketika hujan turun, sebagian partikel tersebut dapat terbawa bersama air hujan ke permukaan," sambungnya.

Stasiun Klimatologi itu juga menjelaskan air hujan juga secara alami sedikit asam akibat interaksi dengan karbon dioksida di atmosfer.

"Tingkat keasaman dan kandungan pencemarnya bergantung pada kondisi lingkungan dan kualitas udara setempat," katanya.

Atas dasar itu, Stasiun Klimatologi Kelas 1 Sumsel memberikan kiat langkah bijak menghadapi hujan pertama:

- Hindari kontak langsung secara berlebihan jika hujan turun di wilayah yang terdampak asap atau pencemaran.- Jika terkena air hujan, cukup bilas kulit dengan air bersih apabila diperlukan.- Jangan langsung menggunakan air hujan untuk minum atau memasak tanpa pengolahan yang sesuai.- Pantau informasi kualitas udara dan cuaca dari sumber resmi BMKG serta instansi terkait.

"Tidak perlu takut terhadap hujan pertama. Tetap beraktivitas secara wajar, terapkan kebersihan, dan tingkatkan kewaspadaan sesuai kondisi lingkungan setempat," demikian pesan mereka.