NADIKABAR.COM — Pameran tunggal pelukis Andriani Latania tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga membawa misi kemanusiaan melalui pengalokasian 30 persen hasil penjualan lukisan untuk didonasikan kepada Yayasan Kanker Anak Indonesia.

"Pameran ini memang memiliki misi 'Art for a Brighter Tomorrow', terutama kepada para penderita kanker di Indonesia," kata Pelukis Andriani Latania dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Andriani Latania mengatakan kepedulian terhadap sesama merupakan wujud empati, kemanusiaan, dan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Maka dari itu, ia mengangkat tema "Beyond Color - Discovering Self" yang mengandung misi untuk memberikan dukungan kepada penderita kanker di Indonesia melalui kegiatan seni.

Hal tersebut menjadi salah satu hal yang ingin disampaikan melalui kegiatan pameran yang digelar di Bumi Pakubuwono, Jakarta, pada Jumat (18/9).

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut dikenal melalui lapisan warna yang dinamis, detail bentuk organik yang rumit, serta perspektif spekulatif terhadap objek sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Andriani menyampaikan gagasan bahwa melampaui warna bukan hanya berkaitan dengan karya visual, tetapi juga tentang menemukan makna, harapan, dan berbagi cahaya kepada sesama.

Ia mengajak semua pihak untuk bersedia berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Pengalokasian sebagian hasil penjualan karya untuk donasi menjadi bagian dari misi kemanusiaan yang diusung dalam pameran tersebut. Bagi Andriani, kepedulian terhadap penderita kanker menjadi bentuk empati dan kemanusiaan yang disampaikan melalui kegiatan seni.

Pameran tersebut dibuka oleh Puri Hadiprana dari Mitra Hadiprana dan Rita Pusponegoro dari Women International Club. Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah tamu dan dipandu oleh host Enny Y dan Iko Suhendar.

Andriani merupakan profesional di bidang keuangan dan hukum yang memiliki hobi melukis sejak kecil. Bagi dia, kegiatan melukis menjadi salah satu ruang untuk memperoleh keseimbangan di tengah aktivitas sehari-hari.

"Melukis menjadi ruang kontemplasi di tengah padatnya rutinitas. Melukis juga memberi keseimbangan dan semangat baru," ujar perempuan bergelar Doktor di bidang Hukum Bisnis tersebut.