NADIKABAR.COM — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin meminta murid Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan belajar yang telah dibukakan Presiden RI.
"Kesempatan yang dimaksud berupa sekolah rakyat berasrama gratis yang dibangun pemerintah karena Presiden peduli pada pendidikan anak dari keluarga kurang mampu," katanya di Sekolah Rakyat Gumas di Desa Tumbang Tambirah Kecamatan Kurun, Selasa.
Dia meminta para siswa di Sekolah Rakyat setempat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dengan cara belajar dan terus mengembangkan diri.
Menurutnya, dengan tekun belajar, para murid akan mendapat ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tersebut merupakan bekal bagi mereka dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan dan menggapai cita-cita.
Soal cita-cita, ia menegaskan semua profesi, mulai TNI, Polri, petani hingga guru adalah profesi mulia jika dijalani profesional. Murid diminta mengembangkan potensi mereka, tanpa memaksakan diri di luar talenta atau bakatnya.
Para murid juga diminta tidak berkecil hati dengan latar belakang keluarga mereka, sebab tidak ada yang tahu bagaimana nasib seseorang kelak.
Kuncinya ada pada niat, keinginan, dan ketekunan masing-masing. Ia meminta para murid yakin mereka mampu mengubah kehidupan keluarga mereka melalui ilmu yang dipelajari selama bersekolah.
Selain itu, ia mendorong para murid berani tampil sebagai latihan menuju panggung nasional, rajin membaca dan mengikuti arahan guru. Ia berpesan agar mereka menjaga nama baik diri, keluarga dan institusi.
Ke depan, ia berharap para peserta didik tersebut kelak mampu memimpin dan membangun daerah, bahkan hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Rakyat Gumas Fita Afri Nengsih berharap silaturahmi serta sinergi yang baik dengan Pangdam beserta seluruh rombongan dapat terus terjalin ke depannya.
Sekolah Rakyat Gumas mulai beroperasi dan diresmikan Bupati Jaya S Monong pada 29 September 2025. Kini, jumlah siswanya mencapai 351 dari jenjang SD, SMP dan SMA, dengan dukungan 100 tenaga pendidik dan pegawai.