Sebelumnya pada Jumat, sebanyak 79 dari 80 anggota parlemen mengucapkan sumpah jabatan menyusul pemilihan parlemen pertama di wilayah tersebut pada 14 September.
Pemilihan itu menjadi tonggak penting dalam proses perdamaian yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan berujung pada pembentukan Wilayah Otonomi Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM) pada 2019.
Wilayah tersebut sebelumnya dipimpin oleh pemerintahan sementara yang pada awalnya diketuai Ebrahim, pemimpin Front Pembebasan Islam Moro (MILF).
Macacua, mantan kepala staf Pasukan Bersenjata Islam Bangsamoro, menggantikan Ebrahim pada Maret 2025 setelah ditunjuk sebagai ketua menteri oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.