NADIKABAR.COM — Sprinter Indonesia Partin menyumbangkan medali emas ke-14 bagi kontingen Merah Putih, setelah memenangi nomor 100 meter putra T63 cabang para atletik Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Partin yang memiliki klasifikasi atlet T42 mencatatkan waktu 12,37 detik sekaligus membukukan rekor Asian Para Games (Games Record) pada perlombaan di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jumat malam.

"Alhamdulillah dapat mengulang medali emas lagi untuk Indonesia. Perasaannya luar biasa, senang sekali karena memang prosesnya juga sudah lumayan lama," kata Partin seusai perlombaan.

Medali perak diraih sprinter Thailand Phalathip Khamta dengan catatan waktu 12,72 detik, sedangkan perunggu menjadi milik atlet Sri Lanka Charitha Indrapala dengan waktu 13,39 detik.

Partin tampil meyakinkan sejak awal perlombaan dan mampu mempertahankan keunggulannya hingga melewati garis finis.

Meski demikian, ia mengaku sempat khawatir menjelang akhir perlombaan karena para pesaingnya memiliki kemampuan mengejar ketertinggalan pada meter-meter terakhir.

"Sangat emosional sekali karena bisa mempertahankan sampai akhir," ujar atlet asal Magelang, Jawa Tengah, tersebut.

Keberhasilan itu menjadi pencapaian penting bagi Partin yang sempat mengalami cedera otot paha belakang (hamstring) setelah mengikuti ASEAN Para Games di Thailand pada awal tahun.

Cedera tersebut membuatnya harus menjalani pemulihan selama lebih dari tiga bulan sebelum kembali mengikuti program latihan secara penuh bersama tim para atletik Indonesia.

Partin mengatakan persiapan menuju Asian Para Games 2026 berlangsung cukup panjang dengan menjalani latihan rutin setiap pagi dan sore.

"Latihannya sudah terstruktur sama tim para pelatih. Jadi setiap pagi sore, yang libur cuma hari Minggu sama Sabtu sore," katanya.

Meski berhasil meraih medali emas sekaligus mencatatkan rekor Asian Para Games, Partin masih berambisi mempertajam catatan waktunya.

Ia menargetkan dapat menembus waktu 12,00 detik pada kejuaraan berikutnya.