"(Salat Istisqa) Pertama kali ini setelah puluhan tahun," terangnya.

Wahyudi menyebut, warga Genuk mulai merasa kekeringan sejak Agustus. Dampak yang paling terlihat adalah berkurangnya debit air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu.

"Kebetulan saya di sini baru ya, baru dua bulan. Kalau kita melihat di Genuk ini sudah mungkin sekitar Agustus awal (merasa kekeringan). Dampaknya (kemarau) salah satunya adalah kalau kita melihat di IPA PDAM Kudu itu kan kita melihat pasokannya sudah mulai berkurang," tuturnya.

"Beberapa tempat kalau kita melihat perkembangannya di media sosial kemarin kan di wilayah kita juga ada beberapa tempat yang terjadi kebakaran. Jadi ini salah satu langkah kita sebagai manusia yang beriman, Islam, diajarkan untuk bagaimana salat Istisqa ini," sambungnya.