NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melibatkan pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam program Satu Hari Mengajar di sekolah untuk memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut Abubakar Abdullah di SMAN 4 Kota Ternate, Jumat, mengatakan peringatan HGN tahun ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan kembali peran dan pengabdian guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Momentum Hari Guru kali ini kami manfaatkan untuk merefleksikan kembali peran dan kemuliaan guru. Kami ingin melibatkan seluruh pemangku kepentingan, tokoh daerah, hingga media untuk ikut mengartikulasikan betapa vitalnya posisi guru bagi bangsa ini," ujar Abubakar.
Ia menjelaskan Gubernur Malut Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Samsuddin A. Kadir, Kapolda, Pangdam, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dijadwalkan turun langsung ke sekolah untuk mengajar selama satu hingga dua jam.
Kegiatan yang diinisiasi Dikbud Malut tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada para pengambil kebijakan mengenai tantangan dan perjuangan guru dalam mendidik generasi muda.
Menurut dia, saat ini terdapat 6.214 guru yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Malut. Mereka memiliki peran penting dalam membangun karakter dan mempersiapkan generasi masa depan daerah.
Melalui tema "Guru Hebat Indonesia Kuat", Dikbud Malut ingin mendorong gerakan penghormatan terhadap profesi guru yang tidak hanya diwujudkan melalui peringatan, tetapi juga kepedulian dan aksi nyata.
"Salah satu perhatian utama adalah kondisi guru yang bertugas di wilayah pelosok. Selain menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan, sebagian guru masih tinggal di rumah yang belum layak huni," ujarnya.
Abubakar berharap momentum HGN 2026 dapat membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi para pendidik, termasuk melalui gerakan filantropi dan partisipasi berbagai pihak untuk membantu guru di wilayah terpencil.
Sementara itu, Ketua Panitia HGN 2026 yang juga Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud Malut Ramli Kamaluddin mengatakan rangkaian peringatan tahun ini turut diisi dengan pemberian penghargaan kepada guru berprestasi pada jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Penghargaan tersebut meliputi kategori Guru Berprestasi, Guru Inspiratif, Guru Kreatif dan Inovatif, Guru Berdedikasi, serta Guru Pengabdi Wilayah Terpencil dan Pelosok.
"Kami ingin memberi penghormatan khusus kepada guru-guru yang bertugas di daerah terisolir. Mereka harus berjalan kaki berjam-jam, bahkan bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan rakit demi sampai di sekolah," ujar Ramli.