Sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Kondisi tanaman dan semak belukar yang mengering dipicu menjadi penyebab utama kebakaran di kawasan konservasi itu.

Dia memastikan, kebakaran di kawasan inti yang terjadi awal pekan lalu telah berhasil dipadamkan. Saat ini pihaknya tengah menggunakan pemadaman di titik baru Kecamatan Berbak.

"Api belum bisa dipastikan berasal dari mana, karena bahan bakarnya sudah sangat kering, bisa jadi orang buang puntung rokok, yang awalnya dari luar kawasan masuk ke kawasan," tutupnya.

Manager Komunikasi KKI Warsi, Rudi Syaf mengatakan dampak karhutla dapat dirasakan masyarakat dalam berbagai bentuk.