Selain rencana pembangunan pabrik, Amran juga menyoroti kondisi harga telur ayam yang berbeda jauh antara tingkat peternak dan konsumen.
Saat ini, Amran menyebut harga telur ayam di tingkat peternak berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kg. Sementara itu, harga telur di tingkat konsumen mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya anomali harga dalam rantai distribusi telur ayam. Ia menilai harga di tingkat peternak yang relatif rendah tidak sebanding dengan harga yang harus dibayar konsumen.
"Telur ayam juga surplus bahkan ekspor. Nah hanya ada masalah, di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp20 ribu - Rp21 ribu. Harusnya Rp26 ribu dan Rp30 ribu, harusnya. Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp40 ribu - Rp45 ribu ini di atas harga yang tertinggi. Ada anomali," katanya.
Pemerintah, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia menyebut harga telur di tingkat konsumen mulai turun setelah pemerintah mengumumkan rencana penindakan.