Para penggemar sepakbola di China juga ikut melontarkan kritik terhadap Mbappe, yang populer di China dan memiliki sejumlah kontrak dukungan merek (Endorsement) besar. Mereka menuduhnya 'mencari keuntungan dari pasar China, namun melontarkan pernyataan yang menyinggung publik China'.

Seiring dengan meningkatnya kemarahan di dunia maya, berbagai merek asal China mulai memutus hubungan kerja sama dengan Mbappe. Namun, pemutusan itu tidak secara eksplisit menyebutkan video tersebut.

Produsen produk susu terbesar di China, Mengniu, menyatakan mereka sangat menentang dan menerapkan kebijakan toleransi nol terhadap segala perkataan atau tindakan yang melukai perasaan rakyat China. Perusahaan minuman raksasa Dongpeng mengeluarkan pernyataan serupa.

Menurut surat kabar milik negara, The Global Times, aplikasi berita milik lembaga penyiaran negara CCTV tidak akan lagi menampilkan konten yang berkaitan dengan penyerang Real Madrid tersebut. Media China melaporkan CCTV juga akan berhenti menayangkan pertandingan La Liga saat Mbappe main.