"Kita harus kejar pariwisata itu sebagai low hanging fruit. Dan itu juga penghasil devisa yang besar. Jadi seperti untuk mendukung pembelian di dalam negeri mari kita dorong juga sektor pariwisata," imbuh Haryo
Pengembangan pariwisata terus diiringi peningkatan kualitas destinasi, konektivitas, kompetensi SDM, serta keterlibatan masyarakat lokal. Langkah ini bertujuan agar peningkatan kunjungan wisatawan memberikan dampak langsung dan memperluas manfaat ekonomi daerah.
Di samping pariwisata, pemerintah memperkuat akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah melalui penyaluran KUR. Program pembiayaan ini diarahkan untuk mendukung modal usaha produktif agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
"KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi benar-benar mendorong usaha produktif untuk tumbuh dan naik kelas," tegas Haryo.
Hingga 23 September 2026, penyaluran KUR telah mencapai Rp232,66 triliun dan menjangkau 3,61 juta debitur. Program pembiayaan ini turut mendukung keberlangsungan sekitar 10,83 juta tenaga kerja di berbagai daerah.
Sinergi antara penguatan SDM, pengembangan pariwisata, dan perluasan KUR menjadi modal optimisme pertumbuhan ekonomi nasional. Kesinambungan program-program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, daya saing usaha, serta kesejahteraan masyarakat secara luas.