Adapun data warga yang bakal dapat rekening tersebut akan disiapkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Airlangga bilang program tersebut tidak sekadar bertujuan membuka rekening bagi masyarakat. Pemerintah juga ingin mendorong efektivitas penyaluran bantuan serta mendukung kegiatan produktif.