βTingginya minat investor dari berbagai kawasan mencerminkan kepercayaan yang tetap kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Kepercayaan tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, pengelolaan fiskal yang prudent, serta kebijakan moneter yang kredibel,β tulis DJPPR.
Penerbitan ini sekaligus menjadi transaksi keenam pemerintah Indonesia di pasar keuangan internasional sepanjang 2026.
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan lima kali penerbitan surat utang konvensional dalam mata uang dolar AS, euro, yuan lepas pantai (CNH), yen Jepang, dan yuan China (CNY).
Dalam transaksi sukuk global kali ini, BofA Securities, Dubai Islamic Bank, HSBC, J.P. Morgan, dan KFH Capital Investment Company bertindak sebagai joint lead managers dan joint bookrunners.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia bertindak sebagai co-managers.