Kerusakan tersebut berpotensi membahayakan pengguna apabila eskalator tetap dioperasikan, terutama ketika menanggung beban penumpang dalam jumlah besar.
"Kalau kita jalankan, bearing-nya sudah bermasalah. Bahayanya putaran motor terganggu dan dikhawatirkan eskalator bisa melorot ketika menanggung beban puncak," kata Gatot.
Ia menyebutkan sejumlah bagian eskalator juga mengalami kerusakan berupa pecahan yang berpotensi menyebabkan kaki pengguna terjepit.
Gatot memperkirakan perbaikan setiap unit eskalator membutuhkan waktu lebih dari satu pekan, bergantung pada tingkat kerusakan dan ketersediaan suku cadang yang sebagian masih harus dipesan.
"Target kami diselesaikan pada pertengahan Desember," ujarnya.
Ia menambahkan seluruh eskalator harus menjalani pemeriksaan dan pengujian kelayakan sebelum kembali dioperasikan untuk memastikan keamanan pengguna.
Selain itu, pemeliharaan secara berkala diperlukan guna mencegah kerusakan serupa kembali terjadi dan menjaga keberlangsungan pelayanan fasilitas publik tersebut.