Pekerjaan di sekolah tersebut telah memasuki pekan ke-11 dengan progres fisik sekitar 65 persen dan progres keuangan 70 persen. Sekolah itu mendapat anggaran Rp 881 juta lebih untuk merehabilitasi lima ruang kelas serta satu paket toilet atau jamban.

"Mudah-mudahan semua berjalan sesuai dengan harapan kita, sesuai jadwal, dan juga dari kualitas bangunannya," kata Sutjidra.

Berbeda dengan SDN 1 Kalianget, progres revitalisasi SDN 2 Ringdikit baru memasuki pekan ketiga. Progres fisiknya tercatat baru sekitar 5 persen dengan progres keuangan mencapai 70 persen.

Pekerjaan di sekolah tersebut lebih kompleks karena mencakup enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang perpustakaan, toilet, hingga penataan lingkungan sekolah. Anggaran yang disiapkan untuk SDN 2 Ringdikit mencapai Rp 1,3 miliar lebih.