"Nanti desain batiknya dijadikan seragam untuk ASN, namun penerapannya tetap menyesuaikan kondisi keuangan daerah," ujarnya.

Sam'ani mengaku kegiatan "Fashion on the Street" merupakan pengalaman keduanya berjalan di atas catwalk. Meski sempat merasa gugup, dirinya lebih bersemangat karena mendapat dukungan dari jajaran Forkopimda.

Sementara itu, Pelaksana tugas Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Andini Aridewi mengaku memperagakan busana seperti layaknya model profesional baru pertama.

"Biasanya kami hanya duduk menyaksikan fashion show, tetapi kali ini ikut menjadi model. Sempat tegang, namun tetap menyenangkan karena bisa ikut mempromosikan produk busana lokal," ujarnya.