Dia menjelaskan survei seismik dilakukan dengan merekam gelombang pantulan dari lapisan batuan di bawah permukaan bumi. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk memetakan struktur bawah permukaan dan mengevaluasi potensi cadangan migas.
"Efektivitas dan efisiensi survei seismik akan memengaruhi tahapan eksplorasi selanjutnya," ujarnya.
Survei Seismik 2D Lamturo mencakup wilayah di tiga kabupaten, yakni Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Di Lamongan, kegiatan tersebut mencakup sekitar 19 kecamatan dan 234 desa. Sementara di Kabupaten Tuban, survei mencakup dua kecamatan. Adapun di Kabupaten Bojonegoro mencakup 16 kecamatan.
Pelaksanaan survei dilakukan oleh PT BGP Indonesia. Sementara, tahapan kegiatan meliputi perizinan dan sosialisasi, topografi dan penyiapan lintasan, pendataan awal, drilling dan preloading, recording, pendataan akhir, pembayaran kompensasi, hingga pembersihan atau reklamasi lintasan.
Melalui survei tersebut, pemerintah dan pelaksana kegiatan diharapkan memperoleh data yang lebih akurat mengenai kondisi bawah permukaan. Data itu selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan potensi dan langkah eksplorasi migas pada tahap berikutnya.