Selain itu, Dirga melanjutkan, festival juga menjadi wadah bagi seniman hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tabanan untuk memperkenalkan produk serta potensi daerah masing-masing. "Dengan begitu, potensi wisata tidak hanya bertumpu pada destinasi yang telah populer, tetapi juga membuka peluang bagi kawasan pesisir lainnya untuk semakin dikenal wisatawan," sambungnya.

Dirga berharap penguatan festival yang sudah berjalan juga dapat menjadi bagian dari strategi Tabanan dalam pengembangan pariwisata di Tabanan. Dia mencontohkan pelaksanaan Tanah Lot Art and Food Festival baru-baru ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat sekitar 10 ribu pengunjung selama tiga hari pelaksanaan festival tersebut.