"Tentu, ini menjadi salah satu saluran apabila di Jakarta Selatan terdapat anak-anak yang kemudian terdeteksi menderita penyakit kanker, bisa melalui Yayasan Anyo Indonesia ini," ungkap Syafrin.

Dengan demikian, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, kader PKK, keluarga, tenaga kesehatan, dan yayasan dapat memperkuat upaya deteksi dini serta penanganan kanker pada anak.

Seperti diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan target global melalui Global Initiative for Childhood Cancer (GICC) untuk meningkatkan survival rate kanker anak menjadi setidaknya 60 persen pada 2030.

WHO menargetkan 60 persen untuk enam jenis kanker anak prioritas, sedangkan Indonesia menargetkan sekitar 50 persen survival pada 2030 atau sekitar 25 persen.