Lebih lanjut, menurut Rano, kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam membangun industri perfilman yang kompetitif, mulai dari kemudahan produksi, akses pembiayaan, hingga pengembangan distribusi film.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui Jakarta Film Summit 2026 yang berlangsung pada 20–21 Oktober. Forum ini membahas penyederhanaan perizinan, peluang investasi, pendanaan, serta pengembangan produksi dan distribusi film di pasar internasional.
Sementara itu, melalui Jakarta Scouting Days, Jakarta Film Commission (JFC) memperkenalkan berbagai lokasi potensial syuting kepada pelaku industri. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai lokasi produksi film nasional maupun internasional.