"Bantuan pihak perusahaan dalam upaya penanganan karhutla di Provinsi Riau, meskipun lokasi yang terbakar jauh dari batas konsesi perusahaan, merupakan salah satu bentuk kolaborasi dan sinergitas yang dibangun Pemerintah Provinsi Riau bersama Forkopimda dengan semangat gotong royong dan kemanusiaan," kata Edy, Selasa (25/8/2026).

Dalam operasi tersebut, perusahaan mengerahkan delapan regu dengan total 85 personel. Personel ini terdiri atas Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dan karyawan untuk mendukung pemadaman di empat lokasi.

Dukungan dari udara juga dilakukan dengan mengoperasikan dua helikopter water bombing berkapasitas hingga 5.000 liter pada masing-masing bucket. Helikopter digunakan untuk membantu penanganan pada titik-titik yang sulit dijangkau saat tim darat melakukan pemadaman, penyisiran, dan pendinginan.

Di sejumlah lokasi dengan keterbatasan sumber air, tim juga menggunakan tangki penampung air atau Poldatank berkapasitas sekitar 5.600 liter untuk mendukung operasi pemadaman. Langkah inu dilakukan sebagai kolaborasi penanganan karhutla di Riau.