"Alasan utama saya kesulitan untuk tetap stabil adalah karena di udara saya tidak dapat merasakan secara akurat ke arah mana tubuh saya condong. Jadi saya memutuskan untuk memberi hoverboard tersebut asisten seperti JARVIS dari Iron Man untuk membantu saya berlatih," ungkap Ayu.

Ia memasang smartphone dengan sensor rotasi gyroscope di hoverboard itu untuk merekam data rotasi papan yang terhubung ke ponsel lain di pergelangan tangannya secara real-time. Sistem ini berbasis AI dan dapat memberikan arahan suara ke earphone selama latihan.

Ayu berlatih selama lebih dari 10 hari sebelum memutuskan untuk uji coba di luar ruangan mengelilingi kota tempatnya tinggal di Badong, Provinsi Hubei. Ia berhasil terbang menyusuri jalanan, melintasi Sungai Yangtze, dan melewati ngarai sungai.

"Dulu aku bertanya-tanya apakah AI akan menggantikan kita suatu hari nanti. Sekarang aku percaya bahwa jika digunakan dengan benar, AI dapat menjadi partner yang membantu kita melampaui batasan kita sendiri," ungkap Ayu.