NADIKABAR.COM — Kericuhan mewarnai pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. Massa pendemo mendesak para kiai sepuh untuk turun tangan mengevaluasi kepemimpinan serta keputusan dalam rapat pleno IV.

Desakan ini mencuat setelah hasil sidang pleno Komisi Organisasi dinilai berjalan tidak adil dan dianggap secara sengaja menggugurkan langkah KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dalam bursa pencalonan Ketua Umum PBNU.

Salah satu perwakilan pendemo, Muhammad Akbar Jadi, menyatakan bahwa ketidakadilan dalam proses sidang di dalam arena muktamar telah merugikan sejumlah kandidat.