Ada anggapan bahwa americano lebih aman karena hanya terdiri dari espresso dan air, terutama jika diminum tanpa gula. Dari sisi bahan tambahan, memang minuman ini lebih sederhana.
Namun, menghilangkan gula tidak menghilangkan kandungan kafein dari kopi. Jika kopi merupakan salah satu pemicu gejala seseorang, americano tetap berpotensi menimbulkan keluhan.
Karena itu, penderita asam lambung sebaiknya tidak hanya memperhatikan apakah kopinya menggunakan susu atau gula, tetapi juga memperhatikan reaksi tubuh setelah minum kopi.
Jika setelah minum americano muncul sensasi panas atau terbakar di dada, rasa asam atau pahit di mulut, atau isi lambung terasa naik ke tenggorokan, kopi tersebut bisa menjadi salah satu pemicu gejala.
Dalam kondisi seperti ini, mengurangi atau menghindari kopi untuk sementara dapat membantu melihat apakah keluhan ikut berkurang. NIDDK menyarankan penderita GERD memperhatikan makanan dan minuman yang secara individual memicu gejala, kemudian mendiskusikannya dengan dokter bila diperlukan.
Selain jenis minuman, waktu konsumsi juga penting. Jika gejala refluks sering muncul pada malam hari, NIDDK menyarankan memberi jarak setidaknya tiga jam antara makan dan waktu berbaring atau tidur.