Pada Juli lalu, ada lebih dari 1.300 karyawan perusahaan AI yang menandatangani pernyataan berbunyi, "Ada risiko konkret bahwa pengembangan kemampuan (AI) akan meningkat pesat melampaui kemampuan kita untuk memahami atau mengendalikan sistem yang dihasilkan."

Pernyataan tersebut menyerukan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mendukung upaya internasional dalam mengembangkan alat yang dapat secara sengaja mengatur kecepatan perkembangan AI otomatis.

Dikutip dari ABC News, menanggapi desakan pada Juli tersebut, Anthropic mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa penelitian pihaknya juga menunjukkan perlunya alat untuk secara sengaja mengatur laju perkembangan AI agar masyarakat dapat bersiap.

"Kami percaya bahwa, pada suatu saat di masa depan, percepatan AI untuk pengembangan model terdepan bisa sangat tinggi, sehingga dunia perlu mengatur laju kemajuan AI," kata OpenAI yang turut menanggapi desakan 1.300 karyawan AI tersebut.

Dalam wawancaranya bersama NadiKabar AS, Coxon mengatakan agen OpenAI beberapa waktu lalu meretas infrastruktur pihak ketiga atas kemauannya sendiri.

"Dua bulan yang lalu agen OpenAI, AIs, meretas infrastruktur pihak ketiga, sepenuhnya atas kemauan mereka sendiri. Dan ini seperti aksi peretasan besar-besaran yang mereka lakukan atas kemauan mereka sendiri," ungkapnya