NADIKABAR.COM — (ANTARA/Business Wire)-- TOURISE adalah platform terkemuka di dunia yang berperan dalam membentuk masa depan pariwisata global. Hari ini TOURISE meluncurkan IDEAS That Travel, yakni laporan baru yang disusun bersama LIONS Advisory. Menurut penelitian ini, meskipun permintaan perjalanan terus meningkat, berbagai merek pariwisata bersaing mendapatkan perhatian di lingkungan yang semakin terfragmentasi, digerakkan oleh interaksi sosial, dan dimediasi oleh AI. Dalam kondisi ini, visibilitas saja tidak lagi cukup untuk menjamin preferensi dan pertumbuhan.

“Kini wisatawan menemukan destinasi lebih awal dan melalui lebih banyak saluran dibanding sebelumnya, mulai dari media sosial dan konten kreator hingga komunitas dan perangkat AI. Hal ini meningkatkan standar bagi merek-merek pariwisata. Kreativitas, keunikan, dan kepercayaan semakin menjadi faktor utama bagi destinasi wisata untuk menarik perhatian, membangun preferensi, dan tetap relevan selama perjalanan wisatawan,” kata Yang Mulia Ahmed Al Khateeb, Menteri Pariwisata Arab Saudi sekaligus Ketua TOURISE.

IDEAS That Travel disusun berdasarkan survei online terhadap 8.374 konsumen di 13 pasar yang bepergian ke luar negeri dalam 12 bulan terakhir. Survei yang dilakukan pada bulan Desember 2025 ini dilengkapi wawancara mendalam bersama para pemimpin industri global dan analisis atas riset pemasaran dan studi kasus dari LIONS.

Narasumber yang diwawancarai adalah Tony Fernandes, CEO Capital A dan salah satu pendiri AirAsia; David Droga, Wakil Ketua Accenture; Gonzalo Brujó, CEO dan Pimpinan Global Interbrand; dan Joanne Chehab, Kepala Solusi Bisnis Global Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara di ByteDance/TikTok.

Peluang yang tersedia sangat besar, tapi persaingannya juga ketat. 39% wisatawan memperkirakan akan lebih sering bepergian dalam 12 bulan mendatang dibandingkan pada tahun 2025, persentasenya meningkat menjadi 51% di kalangan Generasi Z dan 47% di kalangan Milenial. Namun, pemasaran pariwisata masih sulit menciptakan kesan yang melekat dan unik: 60% wisatawan menyatakan bahwa iklan pariwisata tampak serupa, 43% sulit membedakan merek-merek pariwisata, dan 50% tidak mengingat iklan pariwisata terakhir yang mereka lihat, sementara 7% lainnya tidak yakin.

Di saat yang sama, 55% wisatawan telah menggunakan AI untuk merencanakan liburan, dan 62% memperkirakan akan lebih sering menggunakannya dalam 12 bulan mendatang. Laporan ini menegaskan bahwa pertumbuhan di masa mendatang akan bergantung pada kemampuan merek pariwisata untuk membangun relevansi sebelum wisatawan memasuki tahapan pemesanan, dan melakukannya secara konsisten dalam proses penemuan melalui interaksi dengan manusia maupun yang dipandu AI.

“Kreativitas merupakan keunggulan komersial,” kata Paul Coxhill, Chief Operating Officer dan Presiden LIONS. “Berbagai penelitian empiris membuktikan peran kreativitas dalam pertumbuhan bisnis. Sektor pariwisata adalah lahan subur untuk efektivitas kreativitas. Hanya sedikit sektor yang berhubungan langsung dengan emosi, pengalaman, dan kenangan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata mengalami perubahan besar dalam cara konsumen menemukan destinasi, melakukan pemesanan, dan berinteraksi dengan destinasi. Seiring meningkatnya permintaan, persaingan dan kompleksitas juga semakin besar.”