NADIKABAR.COM — Gempa bumi M 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memaksa Siti Suliati bersama sejumlah warga lainnya mengungsi ke tempat aman.
Pagi tadi, wajah janda tersebut murung dan semrawut di sebuah tenda BNPB yang hanya beralaskan terpal. Ia tak banyak bicara dan pikirannya kosong. Siti mengenang rumahnya yang sudah hancur.
Bagi Siti, rumah itu hasil jerih payah suaminya sebelum meninggal pada tiga tahun lalu. Suaminya merupakan pensiunan TNI. Mereka memiliki dua anak, pertama sedang bekerja di luar negeri. Sedangkan anak kedua selama ini tinggal bersama Siti.
Matanya sesekali melirik ke arah sekelompok anak-anak yang sedang asyik bermain bola dan ayunan di samping pos pengungsian, sembari menopang dagunya.
Perempuan berusia 57 tahun itu merupakan warga Desa Nangadero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. Hampir dua pekan di pos pengungsian, guncangan gempa masih terbayang-bayang di benak perempuan berjilbab itu.