"Nah, memang tema-tema horor itu kan memang digemari ya. Tidak hanya kemudian teatrikal seperti itu, tetapi film, apa, segala macam. Tetapi kalau sifatnya live seperti itu memang bisa menimbulkan multitafsir yang akhirnya seperti sekarang ini," ucap dia.

Saat ditanya seberapa horornya pertunjukan itu, Sukirman menyebut banyak anak-anak yang terkejut saat menyaksikan langsung.

"Ya memang itu akan membawa dampak psikis tentu saja. Anak-anak ini kan didampingi orang tua, ya banyak ekspresi-ekspresi yang terkejut begitu ya," ujar dia.

Sukirman melanjutkan, karnaval tersebut digelar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW. Terdapat juga acara sunat massal.

"Itu, Acara Maulid, kemudian sunat massal, begitu. Kan ada banyak sisi positifnya kan sebenarnya. Ada sunat massal, Maulid Nabi, lalu kemudian ya masih rangkaian Maulid Nabi lah ya. Lalu kemudian sunat massal itu kemudian ya juga diberkahi oleh para kiai, dan kekompakan masyarakatnya yang saya lihat memang luar biasa. Urunan mandiri, tidak merepotkan siapa pun. Itu sebenarnya yang menjadi titik poinnya juga positif," kata Sukirman.

Menurut Sukirman, secara umum kegiatan festival tersebut memiliki banyak sisi positif.

"Yang pertama sebenarnya kerukunan mereka, semangat mereka, lalu kemudian mereka mandiri mengadakan festival itu. Menjadi bagian menurut saya adalah sesuatu yang sangat positif. Masyarakat guyub, mandiri, betul-betul mandiri," ujar Sukirman.

Perwakilan Simbang Gang One atau Simone, M Akhid, sebagai penampil menyampaikan permohonan maaf atas ide kostum dan aksi teatrikal itu.

Akhir mengungkapkan penyesalannya lantaran kurang memahami konteks maupun referensi yang dipakai dalam pertunjukan. Menurutnya, pihaknya tidak bermaksud menampilkan sesuatu yang berkaitan dengan ritual tertentu.

"Kami perwakilan dari Tim Simone minta maaf. Kami menyesal, kami kurang literasi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas penampilan kami di depan panggung," ujar M Akhid.

Akhid memaparkan awal mula mereka punya ide menampilkan pertunjukan yang jadi sorotan karena dituding 'ritual setan' itu. Ia mengaku mereka terinspirasi dari YouTube.

"Idenya dari kami melihat kostum unik, kemudian kami sewa dan kami tiru. Kami menyewa dari Malang. Gerakannya kami latihan dengan teman-teman. Referensinya kami lihat dari YouTube, berbagai perform daerah Malang dan lain-lain," tuturnya.

Dia menyebut tidak paham soal ritual satanik. Mereka kemudian melatih koreografi selama sepekan sebelum pertunjukan pada Kamis (10/9) malam.