Pori-pori di bagian belakang leher menyebabkan masalah. Dengan cara yang hampir sama dengan bentuk jerawat wajah, jerawat leher terjadi karena pori-pori tersumbat oleh bakteri, sel kulit mati, dan produksi sebum yang berlebihan. Begitu pori-pori tersumbat, infeksi dapat terjadi, itulah sebabnya jerawat menjadi merah dan meradang.
Beberapa jenis kulit bisa menghasilkan lebih banyak sebum daripada yang lain. Orang dengan kulit berminyak secara alami lebih rentan berjerawat. Tak ada cara untuk mengubah jenis kulit seseorang. Sejumlah orang mungkin memerlukan intervensi medis bila mereka punya kulit yang sangat berminyak.
Definisi "comedogenic" pada dasarnya yaitu penyumbatan pori. Tabir surya, riasan, dan topikal lainnya bisa menyumbat pori-pori. Setelah pori-pori tersumbat, minyak, keringat, dan sel kulit mati dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab jerawat.
Kulit yang teriritasi dan rusak juga bisa menyebabkan jerawat. Perawatan keras seperti exfoliant atau chemical peeling bisa meningkatkan risiko breakout. Produk yang mengandung alkohol dan bahan kimia pengering kulit lainnya dapat menghilangkan kelembapan alami kulit.
Seseorang yang mengalami jerawat di leher mungkin penyebabnya yakni kebersihan yang buruk. Banyak orang mencuci muka, namun lalai mencuci leher. Mencuci wajah dan leher setiap pagi dan atau sore hari sangat penting untuk mempraktikkan perawatan kulit yang baik.